Materi : Memberi Makan/Minum (nutrisi) melalui NGT
Pelajaran : Tindakan Keperawatan Dasar 2
Guru Pengajar : Rudiono S.ST
Nama Siswa : Tris Ragil Wahyulianingsih
NIS : 074/074.076
Kelas : XI
Pelajaran : Tindakan Keperawatan Dasar 2
Guru Pengajar : Rudiono S.ST
Nama Siswa : Tris Ragil Wahyulianingsih
NIS : 074/074.076
Kelas : XI
program keahlian : Keperawatan
Memberi makan/minum (nutrisi) melalui NGT
Pengertian
Tujuan
- Dekompressi yaitu membuang dan substansi gas dari saluran gastrointestinal, mencegah atau menghilangkan distensi abdomen.
- Memberi makan yaitu memasukkan suplemen nutrisi cair atau makanan kedalam lambung untuk klien yang tidak dapat menelan cairan.
- Kompressi yaitu memberi tekanan internal dengan cara mengembangkan balon untuk mencegah perdarahan internal pada esofagus.
- Bilas lambung yaitu irigasi lambung akibat pendarahan aktif, keracunan, atau dilatasi lambung.
Persiapan
Pasien
- Mengkaji pasien yang diberi makan atau minum lewat penduga lambung.
•
Mencocokkan
identitas.
•
Menentukan
pasien yang harus diberi makan atau minum personde
•
Menjelaskan
kepada pasien hal-hal yang akan dikerjakan (maksud dan tujuan)
2. Mengatur
posisi pasien .
•
Sikap pasien
semi fowler sedikit flexi
•
Anak
dengan 1 bantal
Persiapan
Alat
Alat yang perlu dipersiapkan dalam pemberian
nutrisi melalui pipa penduga antara lain:
Baki yang dilapisi pengalas berisi:
- Sepasang sarung tangan atau handcoen
- NGT / maslang / sonde lambung
- Sudip lidah / spatel
- Kasa pada tempatnya
- Corong / tabung semprot 50-100 cc
- Kapas alkohol
- Jeli
- Senter
- Plester
- Stetoskop
- Handuk kecil / serbet / pengalas
- Tisu / selstop
- Bengkok
- Makanan cair pasien
- Gelas berisi air minum
- Gunting
- Air bersih di dalam baskom kecil
- Peniti
- Spuit 20 cc
Persiapan
Lingkungan
Prosedur
Pelaksanaan
- Beri salam/sapa pasien
- Jelaskan tindakan yang akan dilakukan
- Perawat cuci tangan
- Pasang sampiran
- Dekatkan alat kepasien
- Baca DOA sebelum melakukan tindakan
- Bentu pasien pada posisi nyaman (bila memungkinkan pada posisi semi fowler/fowler)
- Pasang handuk di atas dada pasien sampai ke pinggir tempat tidur dan letakkan tisu di dekat bantal pasien
- Untuk menentukan insersi NGT, minta klien untuk rileks dan bernafas normal. Kemudian cek udara yang melalui lubang hidung, caranya: pijit salah satu kuping hidung dan rasakan aliran udara pada lubang hidung yang bebas dan begitu pula sebaliknya
- Pasang sarung tangan
- Mengukur panjang selang yang akan dimasukkan dengan menggunakan:
- Ukur jarak dari puncak lubang hidung ke daun telinga bawah dan ke prosesus xyfoideus di sternum
- Ukur selang dari puncak dahi ke epigastrium
- Ukur selang dari daun telinga bawah kepuncak lubang hidung dan ke prosesus xyfoideus di sternum
- Beri tanda pada panjang selang yang sudah di ukur
- Olesi jeli pada NGT sepanjang 10-20 cm
- Atur posisi klien dengan kepala ekstensi, dan masukkan selang melalui lubang hidung yang telah ditentukan
- Masukkan slang sepanjang rongga hidung. Jika terasa agak tertahan, putarlah slang dan jangan dipaksakan untuk dimasukkan
- Lanjutkan memasang slang sampai melewati nasofaring (3-4 cm) anjurkan pasien untuk menekuk leher dan menelan
- Dorong pasien untuk menelan dengan memberikan sedikit air minum (jika perlu). Tekankan pentingnya bernafas lewat mulut
- Jangan memaksakan slang untuk masuk. Jika ada hambatan atau pasien tersedak, sianosis, hentikan mendorong selang. Periksa posisi slang di belakang tenggorok dengan menggunakan sudip lidah dan senter
- Jika telah selesai memasang NGT sampai ujung yang telah ditentukan, anjurkan pasien untuk rileks dan bernafas normal
- Periksa letak slang dengan cara:
- Memasang spuit pada ujung NGT, memasang bagian diafragma stetoskop pada perut di kuadran kiri atas pasien (lambung) kemudian suntikkan 10-20 cc udara bersamaan dengan auskultasi abdomen
- Dengan menggunakan spuit, mengaspirasi pelan-pelan untuk mendapatkan isi lambung
- Memasukkan ujung bagian luar slang NGT ke dalam waskom yang berisi air. Jika terdapat gelembung udara, slang masuk ke paru-paru, jika tidak slang masuk ke dalam lambung
- Oleskan alkohol pada ujung hidung pasien dan biarkan sampai kering
- Yakinkan slang tidak tersumbat dengan cara:
- Masukkan makanan dengan aliran perlahan (perhatikan: aliran air dan jarak corong 30 cm dan lihat reaksi pasien terhadap rasa tidak nyaman)
- Setelah makan masukkan 15-30 ml air putih (bila ada obat dalam bentuk tablet haluskan dahulu)
- Fiksasi slang dengan plester 10 cm dan silangkan plester pada slang yang keluar dari hidung
- Klem dan tutup ujung slang dengan kassa dan plester / karet gelang
- Penitikan slang kebaju pasien. Biarkan pasien pada posisi semifowler / fowler selama 15-30 menit
- Evaluasi klien setelah terpasang NGT
- Baca DOA SUKUR setelah melakukan tindakan
- Rapikan alat
- Perawat cuci tangan
- Dokumentasikan hasil tindakan pada catatan perawatan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar